POSITIF FLU BABI 43 ORANG

MENINGGAL 2 ORANG

Hari ini 05/08/09, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Depkes melaporkan tambahan kasus baru positif influenza A H1N1 sebanyak 43 orang terdiri dari 20 laki-laki dan 23 perempuan. Mereka berasal dari 9 provinsi :

Banten (2 kasus),

DKI Jakarta (17 kasus),

Jawa Barat (3 kasus),

Jawa Timur (1 kasus),

Kalimantan Selatan (11 kasus),

Kalimantan Timur (1 Kasus),

Riau (6 kasus),

Sulawesi Selatan (1 kasus) dan

Sumatera Utara (1 kasus),

kata Prof. dr. Agus Purwadianto, SH, Sp. FK, Kepala Badan Litbangkes.

Ke 43 orang tersebut adalah Warga Negara Indonesia. Tiga puluh enam orang tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri, 3 orang memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri (Malaysia, Thailand dan Singapura) dan 4 kasus tidak jelas riwayat perjalanannya.

Sementara itu Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp. P (K), MARS, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Depkes menambahkan, sampai tanggal 5 Agustus 2009 sudah 20 provinsi ditemukan kasus positif influenza A H1N1, yaitu yaitu: Bali, Banten, Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kepri, Sulawesai Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Jambi, Riau, Kalimantan Tengah, Lampung, Kalimantan Barat dan Nusa Tenggara Barat.

Dengan demikian, secara kumulatif kasus positif influenza A H1N1 di Indonesia, adalah 662 orang terdiri dari 354 laki-laki dan 298 perempuan. Pasien meninggal dunia dua orang, pasien pertama, laki-laki usia 55 tahun, WNA meninggal tgl. 2 Agustus. Masuk RS dengan keluhan batuk dan demam, dalam perawatan pasien bertambah sesak dan meninggal dunia dengan pneumonia berat. Pasien kedua, seorang perempuan usia 2 tahun, WNI meninggal tgl. 3 Agustus. Pasien ini memiliki berbagai penyakit dasar sebagai predisposisi. Ketika masuk RS dengan keluhan sesak dan demam kemudian memburuk dengan cepat dan akhirnya meninggal dunia dengan pneumonia yang luas, tambah Prof. Tjandra.

Ditambahkan, sejak ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO (11/06/2009), di seluruh dunia sampai 27 Juli 2009 tercatat 134.503 orang positif terkena influenza A H1N1. Penyakit ini ditularkan melalui kontak langsung dari manusia ke manusia lewat batuk, bersin atau benda-benda yang pernah bersentuhan dengan penderita, karena itu penyebarannya sangat cepat.

Masyarakat mempunyai andil besar dalam mencegah penularannya yaitu dengan berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Diantaranya, mencuci tangan dengan sabun atau antiseptik, bila batuk dan bersin tutup hidung dengan sapu tangan atau tisu. Jika ada gejala Influenza minum obat penurun panas, gunakan masker dan tidak ke kantor/sekolah/tempat-tempat keramaian serta beristirahat di rumah selama 5 hari. Apabila dalam 2 hari flu tidak juga membaik segera ke dokter, ujar Prof. Tjandra.

Upaya kesiapsiagaan tetap dijalankan pemerintah yaitu: penguatan Kantor Kesehatan Pelabuhan (thermal scanner dan Health Alert Card wajib diisi); penyiapan RS rujukan; penyiapan logistik; penguatan pelacakan kontak; penguatan surveilans ILI; penguatan laboratorium, komunikasi, edukasi dan informasi dan mengikuti International Health Regulations (IHR).

Disamping itu juga dilakukan community surveilans yaitu masyarakat yang merasa sakit flu agak berat segera melapor ke Puskesmas, sedangkan yang berat segera ke rumah sakit. Selain itu, clinical surveilans yaitu surveilans severe acute respiratory infection (SARI) ditingkatkan di Puskesmas dan rumah sakit untuk mencari kasus-kasus yang berat. Sedangkan kasus-kasus yang ringan tidak perlu perawatan di rumah sakit, tambah Prof. Tjandra.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Call Center: 021-30413700, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id, info@puskom.depkes.go.id, kontak@puskom. depkes.go.id.

Published on Pusk Temon I : 5 August 2009

By: Promkes


ANTISIPASI FLU BABI

Swine Influenza A-H1N1 atau Strain Mexico atau Flu Babi adalah penyakit saluran pernapasan akut yang amat menular. Penyebabnya adalah 1 dari sekian banyak Virus H1N1.Virus ini seringkali menginfeksi babi,namun kadang juga menginfeksi manusia dari ringan hingga berat, bahkan menyebabkan kematian. Masa inkubasi strain Mexico antara 1-7 hari.
Tanda-tanda Swine Influenza A-H1N1 serupa dengan influenza umumnya, yaitu :
- Bersin
- Batuk
- Ngilu sendi
- Sesak napas
- Demam lebih dari 370Celsius
- Kadang ada sakit atau ada tekanan di dada &/di sekitar perut
- Pusing
- Muntah disertai diare
Bila ada penderita seperti tersebut diatas, maka sebaiknya dibawa ke dokter terdekat. Litbang Kompas tanggal 13 Juli 2009 menyebutkan bahwa pencegahan infeksi A-H1N1 adalah sebagai berikut :


1.sering cuci tangan
2.hindari mengusap mata, hidung dan mulut
3.hindari kontak erat
4.tutuplah mulut dan hidung bila batuk atau bersin
5.memakai masker bila sakit
6.Jagalah jarak
7.Berperilaku hidup sehat (PHBS)
8.berobat ke dokter bila sakit
9.Tundalah perjalanan bila anda sakit.

Published on Pusk Temon I : 5 August 2009

By : Promkes

Baca Selengkapnya...


Pertemuan Lintas sektoral dengan Kecamatan Temon membahas Tentang ke Rawan Pangan Gizi
Dihadiri Oleh Bu Camat Temon, Kapolsek Temon, Bapak Koramil Temon, dinas Peternakan dan Kelautan Temon dan lain-lainnya.
Yang hasilnya masih perlu banyak dukungan dari berbagai sektor untuk bisa mencapai Kecamatan Temon yang sejahtera

Baca Selengkapnya...

[Hari Selasa tgl 9 Juni 2009 Puskesmas Temon I mengadakan Rapat Bulanan Tim Perencanaan Yang di pimpin langsung Kepala Puskesmas Temon I, yang menganggendakan Perencanaan Puskesmas untuk Tahun 2009 salah satunya tentang kewajiban setiap Karyawan Puskesmas membuat Rencana Kerja Harian yang dibuat setiap bulannya pada awal bulan yang bersangkutan. Hal ini akan di foloow upkan pada rapat ttanggal 30 Juni 2009 ] [TEKS DISINI AKAN SEMBUNYI]

Baca Selengkapnya...





[Kegiatan Karyawan Puskesmas Temon I, Tim P3K di Lapangan Temon, tim TKW mo berangkat ke Saudi Arabia] [TEKS DISINI AKAN SEMBUNYI]

Baca Selengkapnya...

Bertempat di Ruang Mahar Mardjono Gedung Depkes RI, tanggal 9 Februari yang lalu telah dilakukan serahterima jabatan eselon 3 dan 4 di lingkungan Pusat Promosi Kesehatan. Ini merupakan tindak lanjut setelah terselenggaranya Pelantikan oleh Bapak Sekretaris Jenderal Depkes RI dr. Sjafii Ahmad, MPH yang merupakan bagian dari dilantiknya 883 pejabat eselon III dan IV di lingkungan Depkes RI, Rabu, 4 Februari 2009, di Balai Kartini, Jakarta.

Pejabat eselon 3 dan 4 yang baru di lingkungan Pusat Promosi Kesehatan terdiri dari : 1. Kepala Bagian Tata Usaha : DR. P.A. Kodrat Pramudho, SKM, MKes

2. Kepala Bidang KPS : Drs. M. Taufick, MSi

3. Kepala Bidang TSPK : Dra. Zuraida, MPH

4. Kepala Sub Bag UmPeg : Siti Muasilah, Sip

5. Kepala Sub Bid Kemitraan : drg. Widyawati, MKM

6. Kepala Sub Bid Peran Serta : Dra. Ruflina Rauf, MSi

7. Kepala Sub Bid Sarana : Dra. Mieke Agustin, MKes

8. Kepala Sub Bid Metode & Teknik : drg. Marlina Ginting, MKes

Sedangkan 2 orang pejabat eselon 3 dan 4 yang pindah tugas adalah :

1. Endang Sri Widyaningsih, SKM, MKes sebagai Kepala Bagian Umum dan Keuangan pada Sekretariat Balitbang Depkes RI

2. drg. James Johnson, MPH sebagai Kasie Pengkajian Resistensi Bidang Pengkajian Klinik Direktorat Pengkajian Penyakit Infeksi dan Penyakit Menular pada RSPI Dr. Sulianti Suroso Jakarta.

Mengakhiri sambutannya Kepala Pusat promosi Kesehatan dr. Abidinsyah Siregar, Mkes, DHSM mengharapkan pejabat yang baru dilantik untuk terus mendorong menemukan kiat/terobosan dalam pendekatan KIE yang tentunya harus berpengaruh terhadap knowledge/affective/practice dengan memanfaatkan kemampuan advokasi, bina suasana dan gerakan pemberdayaan masyarakat. Kesehatan adalah investasi untuk keberhasilan program pembangunan, bukan hasil dari program pembangunan. Inlah kiat kita, jualan kita dan cap kita. Reputasi ini yang harus kita gelorakan.

Baca Selengkapnya...